ANALISIS PRESCRIBING ERROR PADA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK Q WILAYAH SURABAYA TIMUR

ANDRIANI, DEWI NOVITA (2022) ANALISIS PRESCRIBING ERROR PADA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK Q WILAYAH SURABAYA TIMUR. Diploma thesis, Akademi Farmasi Surabaya.

[img] Text
1. Cover Depan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (29kB)
[img] Text
2. Cover Dalam.pdf
Restricted to Registered users only

Download (147kB)
[img] Text
3. Lembar Pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (495kB)
[img] Text
4. Lembar Diuji dan Disetujui.pdf
Restricted to Registered users only

Download (278kB)
[img] Text
5. Pernyataan Orientasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (591kB)
[img] Text
8. Ringkasan.pdf

Download (153kB)
[img] Text
7. Kata Pengantar.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[img] Text
6. Pernyataan Persetujuan Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (572kB)
[img] Text
9. Abstrak.pdf

Download (146kB)
[img] Text
10. Daftar Isi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
11. Bab I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (598kB)
[img] Text
13. Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
12. Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text
14. Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (808kB)
[img] Text
16. Bab VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (151kB)
[img] Text
15. Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (563kB)
[img] Text
17. Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
18. Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit darah tinggi adalah peningkatan abnormal tekanan darah, baik tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik. Dalam keadaan normal, tekanan darah sistolik (saat jantung memompakan darah) kurang dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik (saat jantung istirahat) kurang dari 85 mmHg. Prescribing Errors merupakan kesalahan yang dapat timbul karena Kesalahan peresepan yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kelengkapan resep yang semestinya ada. Ketidak akurat dalam menulis dan bacaan tulisan tangan yang buruk (tidak dapat dibaca), serta penggunaan singkatan yang tidak lazim . Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian prescribing error pada peresepan obat antihipertensi di apotek Q wilayah Surabaya Timur. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif data dianalisis menggunalan aplikasi interactiom checker pada aplilasi drugs.com. Skrining resep merupakan suatu pemeriksaan resep yang pertama kali dilakukan petugas apotek setelah resep diterima. Ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam skrining resep yakni kelengkapan administratif, kesesuaian farmasetik dan pertimbangan klinis. Pada penelitian ini skrining resep yang dilakukan oleh peneliti berupa skrining kelengkapan administratif resep dan kesesuaian farmasetis. Interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan dibagi menjadi 3 yaitu minor, moderate dan mayor. Tingkat keparahan minor apabila interaksi mungkin terjadi tetapi dianggap tidak berbahaya untuk signifikansi potensial. Tingkat keparahan moderate dimana terjadinya interaksi yang dapat mengurangkan efektifitas obat bahkan meningkatkan efek samping obat. Tingkat keparahan mayor dimana monitoring/ intervensi seringkali diperlukan. Potensi bahaya yang dimaksudkan yaitu jika ada probabilitas tinggi dari peristiwa yang merugikan pasien, termasuk kegiatan yang terkait dengan kehidupan pasien dan kerusakan organ yang permanen Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total 200 resep antihipertensi yang tidak memenuhi administrasi meliputi alamat pasien 100% dan jenis kelamin 100%, sedangkan secara farmasetik sudah memenuhi. Pada hasil potensi interaksi obat terdapat 348 interakai di apotik Q wilayah Surabaya Timur terdapat 68,10% yang mengalami interaksi obat dan 31,90% yang tidak mengalami interaksi obat. Pada tingkat potensi interaksi obat yang mengalami tingkat keparahannya 237 kejadian. Kejadian interaksi obat dengan tingkat keparahannya moderate 54,85 %, major 19,83 % dan minor 25,32%. Penelitian ini bersifat retrsopektif, disarankan untuk penelitian kedepan dilakukan secara prospektif agar di dapatkan hasil yang riil, dapat mengikuti resep pasien dan mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya prescribing error.

Item Type: Thesis/Diploma (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Farmasi > Farmasi Klinis Komunitas dan Manajemen Farmasi
Depositing User: Elvia Ikasari
Date Deposited: 16 Nov 2022 08:58
Last Modified: 16 Nov 2022 08:58
URI: http://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/863

Actions (login required)

View Item View Item