PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK M SURABAYA PERIODE JULI - DESEMBER 2021

RAHMAWATI, DIANA (2022) PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK M SURABAYA PERIODE JULI - DESEMBER 2021. Diploma thesis, Akademi Farmasi Surabaya.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (39kB)
[img] Text
COVER DALAM.pdf
Restricted to Registered users only

Download (83kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (224kB)
[img] Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (321kB)
[img] Text
PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Restricted to Registered users only

Download (167kB)
[img] Text
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (208kB)
[img] Text
RINGKASAN.pdf

Download (211kB)
[img] Text
ABSTRACT.pdf

Download (131kB)
[img] Text
DAFTAR ISI sampai DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (96kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (285kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (339kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (294kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (163kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Pola penyakit di Indonesia mengalami transisi epidemiologi selama dua dekade terakhir, yakni dari penyakit menular yang semula menjadi beban utama kemudian mulai beralih menjadi penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular yang utama di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronik. (1) Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. (4) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi di Klinik M Surabaya periode Juli-Desember 2021. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data secara retrospektif sejak bulan Juli – Desember 2021 dengan cara skrinning dan menggolongkan resep obat antihipertensi berdasarkan demografi pasien (umur dan jenis kelamin), golongan obat, nama generik obat, dosis obat, aturan minum obat, serta jenis peresepan (tunggal atau kombinasi). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi yang ditulis oleh dokter umum di Klinik M Surabaya. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan data yang digunakan adalah periode Juli - Desember 2021. Kriteria inklusi yaitu resep antihipertensi pasien laki-laki dan perempuan dengan usia ≥18 tahun – 80 tahun dan resep yang mengandung terapi obat antihipertensi tunggal dan kombinasi di Klinik M Surabaya periode Juli - Desember 2021. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu resep obat antihipertensi yang rusak dan tidak ditebus oleh pasien. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 552 resep yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel dikelompokkan berdasarkan umur dan jenis kelamin, golongan obat, nama generik obat, dosis obat, aturan minum, serta jenis peresepan (tunggal atau kombinasi). Dari hasil penelitian diperoleh hasil pasien dengan usia terbanyak pada kelompok usia 56-65 tahun sebesar 29,9% dikarenakan faktor usia sangat berpengaruh terhadap tekanan darah karena semakin tua maka fungsi organ akan melemah dan mudah terserang penyakit. (23) Pasien perempuan lebih banyak sebesar 51,1% dibandingkan dengan pasien laki-laki yaitu 48,9% karena perempuan yang mengalami menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen yang merupakan faktor pelindung dalam mencegah terjadinya arterosklerosis. (25) Berdasarkan golongan obat diperoleh golongan yang sering diresepkan adalah golongan CCB sebesar 73,2% karena golongan obat ini sangat efektif menurunkan tekanan darah, bekerja secara langsung pada pembuluh darah untuk menyebabkan relaksasi, dan juga termasuk lini pertama pengobatan hipertensi. (26) Nama generik obat dan peresepan tunggal obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Amlodipine yaitu sebanyak 501 resep (72,9%) dan 479 resep (72,7%) karena bersifat vaskulo selektif, memiliki bioavailibilitas oral yang relatif rendah, memiliki waktu paruh yang panjang, dan absorpsi yang lambat sehingga mencegah tekanan darah turun secara mendadak.(27) Berdasarkan aturan minum diperoleh data terbanyak diminum sehari satu kali setelah makan sebesar 27,2%. Sebenarnya tidak ada perbedaan hasil yang signifikan antara penggunaan Amlodipine selama 24 jam. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain, karakteristik pasien (penyakit penyerta dan farmakogenomik seperti umur, jenis kelamin, dan ras) yang akan mempengaruhi kerja obat dalam tubuh sehingga akan memberikan hasil yang berbeda. (30) Peresepan 2 kombinasi diperoleh hasil terbanyak kombinasi Amlodipine dan HCT sebesar 47,1% Peresepan 3 kombinasi terdiri dari Amlodipine, Candesartan dan Furosemide sebesar 60%. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan penyakit penyerta sehingga dapat mengamati apakah ada interaksi obat yang mungkin terjadi pada pasien serta dapat dilakukan pengambilan data secara prospektif supaya didapatkan data yang riil sehingga tidak ada resep yang telewat dan mengetahui jumlah peresepan berupa nama obat generik, jumlah obat, aturan minum, serta golongan obat yang sering diresepkan baik tunggal maupun kombinasi.

Item Type: Thesis/Diploma (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Farmasi > Farmasi Klinis Komunitas dan Manajemen Farmasi
Depositing User: Elvia Ikasari
Date Deposited: 15 Nov 2022 05:48
Last Modified: 15 Nov 2022 05:48
URI: http://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/859

Actions (login required)

View Item View Item