STUDI KEPATUHAN MINUM OBAT ORAL ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN METODE TIDAK LANGSUNG

SUTORO, YUDI (2021) STUDI KEPATUHAN MINUM OBAT ORAL ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN METODE TIDAK LANGSUNG. Diploma thesis, Akademi Farmasi Surabaya.

[img] Text
COVER.pdf

Download (51kB)
[img] Text
RINGKASAN.pdf

Download (83kB)
[img] Text
COVER DALAM - DAFTAR ISI.pdf

Download (895kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (174kB)
[img] Text
BAB II - VI.pdf

Download (215kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (165kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (269kB)

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama penyakit kencing manis. DM adalah penyakit gangguan metabolik yang terjadi secara kronis atau menahunkarena tubuh tidak mempunyai hormon insulin yang cukup akibat gangguan pada sekresi insulin, hormon insulin yang tidak bekerja sebagaimana mestinya atau keduanya. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Wilayah Surabaya Timur menyebutkan bahwa kepatuhan terhadap penggunaan obat oleh pasien DM tipe 2 dengan kategori tidak patuh sebesar 54,35% tidak patuh (1). Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan resume artikel mengenai Kepatuhan minum obat oral Anti Diabetes pada pasien DM type II dengan metode tidak langsung. Penelitian dilakukan dengan metode tidak langsung. Pada artikel 1 digunakan pill count (1), pada artikel kedua menggunakan kuisioner MMAS-8 (2), dan pada artikel ketiga menggunakan 4-item morisky instrument (3). Usia pada artikel 1 dan 2 menunjukkan rentang yang sama yaitu >60 tahun, sedangkan pada artikel ketiga rentang usia mayoritas responden adalah 50-60 tahun. Resiko diabetes juga akan semakin meningkat pada usia lebih dari 45 tahun (4). Penyakit penyerta terbanyak adalah hipertensi. Diabetes melitus dan hipertensi memiliki beberapa mekanisme patofisiologis yang sama, yakni: aktivasi sistem renin angiotensin aldosteron yang tidak memadai; stres oksidatif akibat produksi berlebihan spesies oksigen reaktif; peradangan; gangguan vasodilatasi yang dimediasi insulin; peningkatan aktivasi sistem saraf simpatis; disfungsi respon sistem imun adaptif dan bawaan penanganan natrium ginjal yang abnormal. Obesitas dan peningkatan adipositas visceral merupakan faktor patogenisitas utama di balik koeksistensi diabetes melitus dan hipertensi. Peradangan kronis tingkat rendah dan stres oksidatif dalam jaringan adiposa menyebabkan peningkatan produksi angiotensinogen dan angiotensin II yang mengakibatkan aktivasi jaringan (5). Hasil resume dari ketiga artikel adalah pada artikel 1 dengan menggunakan metode tidak langsung pill count, jumlah pasien yang patuh adalah 45,65% sedangkan yang tidak patuh 54.35%. Pada artikel kedua dengan menggunakan metode tidak langsung kuisioner MMAS-8 didapatkan 3 parameter kepatuhan, yaitu kepatuhan tinggi dengan 37,1%, kepatuhan sedang 40,6%, dan kepatuhan rendah 22,3%. Pada artikel ketiga dengan menggunakan metode tidak langsung kuisioner 4-items morisky instrument didapatkan kepatuhan sebesar 66,8% dan jumlah pasien yang tidak patuh 33,2%. Pada ketiga artikel kepatuhan masih sangat rendah dan dibawah 90%, sehingga bisa dikatakan tingkat ketidakpatuhan cukup tinggi. Tingkat ketidakpatuhan yang cukup tinggi ini dapat disebabkan antara lain karena faktor terkait pengobatan, pasien, maupun tenaga kesehatan. Sementara faktor terkait pasien terdiri dari terbatasnya akses ke Puskesmas, masalah keuangan, penghalang komunikasi, dan terbatasnya dukungan social (1–3).

Item Type: Thesis/Diploma (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Farmasi > Farmasi Klinis Komunitas dan Manajemen Farmasi
Depositing User: Elvia Ikasari
Date Deposited: 24 May 2022 09:26
Last Modified: 24 May 2022 09:26
URI: http://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/712

Actions (login required)

View Item View Item