EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI BEDAH SESAR

KHASANAH, ISWATI (2021) EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI BEDAH SESAR. Diploma thesis, Akademi Farmasi Surabaya.

[img] Text
COVER.pdf

Download (70kB)
[img] Text
RINGKASAN.pdf

Download (53kB)
[img] Text
COVER DALAM - DAFTAR ISI.pdf

Download (829kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (54kB)
[img] Text
BAB II -VI.pdf

Download (199kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (112kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (172kB)

Abstract

Bedah caesar disebut juga dengan c-section adalah proses persalinan dengan melalui pembedahan dimana irisan dilakukan di perut ibu dan rahim untuk mengeluarkan bayi. Bedah caesar umumnya dilakukan ketika proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan karena berisiko kepada komplikasi medis lainnya. Sebuah prosedur persalinan dengan pembedahan umumnya dilakukan oleh tim dokter yang beranggotakan spesialis kandungan, spesialis anak, spesialis anastesi serta bidan. Di Amerika Serikat, angka kelahiran sesar naik dari 4,5 persen pada tahun 1970 menjadi 32,9 persen pada tahun 2009. Menyusul puncak ini, angka tersebut cenderung sedikit menurun, dan mencapai 32,0 persen pada tahun 2015.Antibiotik profilaksis adalah pemberian antibiotik sebelum, saat dan hingga 24 jam pasca operasi pada kasus yang secara klinis tidak didapatkan tanda�tanda infeksi dengan tujuan untuk mencegah terjadi infeksi luka operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada operasi bedah sesar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian review artikel dengan mengumpulkan artikel berbagai sumber yang didapat dari bebrapa jurnal penelitian. Kriteria inklusi jurnal yang akan di review yaitu jurnal dengan judul yang sama dengan judul penelitian yang akan diteliti oleh peneliti, jurnal dengan periode waktu terbit tahun 2014-2020. Diketahui data jenis antibiotik yang digunakan pada 4 artikel yang telah direview oleh peneliti. Pemilihan jenis antibiotik profilaksis pada setiap jurnal yang direview beragam. Hal tersebut dapat terjadi karena setiap rumah sakit memiliki pertimbangan dan pedoman masing-masing dalam pemilihan antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar. Dan jenis antibiotik yang paling sering digunakan adalah antibiotik Seftriakson. Karena jenis antibiotik profilaksis yang digunakan terdapat antibiotik Seftriakson yang merupakan antibiotik sefalosporin golongan III, maka dari ke 4 artikel yang diteliti belum sesuai dengan Tata Cara Pemberian Antibiotik Profilaksis pada Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011, dimana pada Dasar Pemilihan Antibiotik Profilaksis Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011,Tidak dianjurkan menggunakan sefalosporin generasi III dan IV, golongan karbapenem, dan golongan kuinolon untuk profilaksis bedah.(1). Diketahui rute pemberian antibiotik profilaksis dari 4 jurnal yang direview dilakukan secara intravena (100%) dan secara per oral (0%). Pemberian secara intravena dinilai ideal karena antibiotik akan lebih cepat terdistribusi dalam serum dan jaringan dibanding peroral. Selain itu antibiotik akan mudah mencapai konsentrasi yang tinggi dalam darah dan lokasi sayatan. (10). Pemberian secara intaravena memiliki beberapa keefektifan dimana obat secara cepat didistribusikan sehingga antibiotik akan segera mencapai jaringan dan memberikan efek terapi yang adekuat .(11). Karena rute pemberian antibiotik profilaksis dari ke 4 artikel adalah dilakukan secara intravena, maka semua rute pemberian antibiotik pada penelitian ini sesuai dengan Tata Cara Pemberian Antibiotik Profilaksis pada Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011.(1). Dari 4 artikel yang direviev oleh peneliti, waktu pemberian antibiotik profilaksis bervariasi dari yang diberikan selama 0-2 jam sebelum insisi atau sebelum operasi dimulai, setelah penjepitan tali pusat, dan diberikan dua kali sebelum dan sesudah insisi. Hal ini sesuai dengan pengertian antibiotik profilaksis pada Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011, yaitu antibiotik profilaksis adalah pemberian antibiotik sebelum, saat dan hingga 24 jam pasca operasi pada kasus yang secara klinis tidak didapatkan tanda-tanda infeksi dengan tujuan untuk mencegah terjadi infeksi luka operasi. Oleh karena itu, waktu pemberian antibiotik profilaksis sesuai dengan pengertian antibiotik profilaksis pada Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011.(1) Dan jenis antibiotik yang paling sering digunakan adalah antibiotik Seftriakson. Karena jenis antibiotik profilaksis yang digunakan terdapat antibiotik Seftriakson yang merupakan antibiotik sefalosporin golongan III, maka dari ke 4 artikel yang diteliti belum sesuai dengan Tata Cara Pemberian Antibiotik Profilaksis pada Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011, dimana pada Dasar Pemilihan Antibiotik Profilaksis Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011,Tidak dianjurkan menggunakan sefalosporin generasi III dan IV, golongan karbapenem, dan golongan kuinolon untuk profilaksis bedah.(1) Rute pemberian antibiotik profilaksis dari ke 4 artikel adalah dilakukan secara intravena, maka semua rute pemberian antibiotik pada penelitian ini sesuai dengan Tata Cara Pemberian Antibiotik Profilaksis pada Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011.(1) Dari 4 artikel yang direviev oleh peneliti, waktu pemberian antibiotik sesuai dengan pengertian antibiotik profilaksis Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011, yaitu antibiotik profilaksis adalah pemberian antibiotik sebelum, saat dan hingga 24 jam pasca operasi pada kasus yang secara klinis tidak didapatkan tanda-tanda infeksi dengan tujuan untuk mencegah terjadi infeksi luka operasi. Diharapkan evaluasi terhadap ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis dapat dilakukan pada semua kriteria ketepatan penggunaan obat. Dan perlu adanya penelitian lebih lanjut agar dapat mengamati kondisi dan permasalahan pasien terkait terapi obat secara langsung.

Item Type: Thesis/Diploma (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Farmasi > Farmasi Klinis Komunitas dan Manajemen Farmasi
Depositing User: Elvia Ikasari
Date Deposited: 23 May 2022 07:06
Last Modified: 23 May 2022 07:06
URI: http://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/705

Actions (login required)

View Item View Item