SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK N-HEKSANA KULIT UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.)

Fitriyani, Iis Nur (2021) SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK N-HEKSANA KULIT UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.). Diploma thesis, Akademi Farmasi Surabaya.

[img] Text
COVER.pdf

Download (220kB)
[img] Text
RINGKASAN.pdf

Download (213kB)
[img] Text
COVER DALAM - DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (407kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (421kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (357kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (238kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (220kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (212kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (331kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Bawang putih memiliki banyak mafaat, bukan hanya sebagai anti bakteri, antivirus, antijamur dan antiprotozoal, tetapi juga memiliki efek menguntungkan pada sistem kardiovaskular dan kekebalan tubuh. Kulit umbi bawang putih (Allium sativum L.) mengandung senyawa flavonoid, polifenol, alkaloid dan tanin Kandungan flavonoid, polifenol, alkaloid dan tanin inilah yang menyebabkan kulit bawang putih mempunyai antioksidan. Namun tidak banyak orang mengetahui bahwa kulit bawang putih juga bisa dimanfaatkan. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder apa saja yang dapat diambil dengan pelarut N-heksana. Skrining fitokimia merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder suatu bahan alam. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian di lakukan di dua tempat yaitu di laboratorium Akademi Farmasi Surabaya dan di laboratorium UNESA. Hal penting yang mempengaruhi dalam proses skrining fitokimia adalah pemilihan pelarut dan metode ekstraksi. Pelarut yang tidak sesuai memungkinkan senyawa aktif yang diinginkan tidak dapat tertarik secara baik dan sempurna. Maserasi merupakan metode sederhana ekstraksi yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan pelarut selama beberapa hari dalam suhu kamar. Hasil dari pengujian ekstrak N-heksana uji positif terdapat senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa steroid dan triterpenoid. Hal ini terjadi karena pelarut yang di gunakan berupa N-heksan hanya dapat menarik senyawa yang bersifat sama yaitu non-polar. Sedangkan pelarut n-heksan tidak dapat menarik senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin karena bersifat polar. Sehigga peneliti memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai golongan senyawa metabolit sekunder menggunakan KLT agar mengetahui senyawa yang benar positif berdasarkan sifat kepolarannya. Kata Kunci : Bawang putih, Skrining fitokimia, metabolit Sekunder

Item Type: Thesis/Diploma (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Farmasi > Bahan Alam
Depositing User: Elvia Ikasari
Date Deposited: 18 Nov 2021 09:08
Last Modified: 18 Nov 2021 09:08
URI: http://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/351

Actions (login required)

View Item View Item