PENGARUH WAKTU TUNGGU TEH KOMBUCHA SETELAH PEMANASAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI

Aufizan, Ade Septian and Sa’diyah, Lailatus and Lestari, Kinanti Ayu Puji PENGARUH WAKTU TUNGGU TEH KOMBUCHA SETELAH PEMANASAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI. Akademi Farmasi Surabaya.

[img] Text
ARTIKEL ILMIAH_13515001_ADE SEPTIAN.pdf

Download (121kB)

Abstract

Tingginya kadar radikal bebas dalam tubuh dapat memicu munculnya berbagai penyakit degeneratif. Oleh sebab itu, tubuh kita memerlukan suatu subtansi penting, yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari radikal bebas dan merendam dampak negatifnya. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Sehingga, kerusakan sel dapat dihambat (Winarsih, 2007). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tunggu terhadap jumlah bakteri setelah pemanasan menggunakan metode ALT. Metode yang digunakan yaitu pourplate dengan sampel yang digunakan untuk membuat teh hijau kombucha adalah teh hijau Sari Wangi diambil 5 kantong teh celup, 100gram gula dan air sebanyak 1 liter. Sebelum melakukan pengujian, pembuatan teh yang diberi kultur kombucha dan di fermentasikan selama 7 hari yang kemudian diberlakukan 2 perlakuan yaitu teh kombucha yang dipanaskan dengan suhu 45-50oC dan teh kombucha yang tidak meggunakan pemanasan. Setelah itu dilakukan plating/pengujian pada kedua sampel teh kombucha dan didapatkan hasil yang berbeda. Pada hari ke 0 teh kombucha yang telah dipanaskan pada pengenceran 10-1 yaitu 4,66x10-1 Cfu/ml.teh kombucha tanpa pemanasan memiliki hasil 25,66x10-1 Cfu/ml, pada pengenceran 10-2 teh kombucha yang telah dipanaskan yaitu 3x10-2 Cfu/ml. Teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil ALT 20,33x10-2 Cfu/ml dan pada pengenceran ke 10-3 teh kombucha yang telah dipanaskan yaitu 2x10-3 Cfu/ml. Teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil ALTdidapatkan hasil 17,33x10-3 Cfu/ml. Pada hari ke 3 Teh kombucha yang telah dipanaskan pada pengenceran 10- 1 yaitu 7,33x10-1 Cfu/ml.Teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil ALT 31,33x10-1 Cfu/ml, pada pengenceran 10-2 teh kombucha yang telah dipanaskan yaitu 4,66x10-2 Cfu/ml. Teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil 22,66x10-2 Cfu/ml, pada pengenceran 10-3 teh kombucha yang telah dipanaskan yaitu 4x10-3 Cfu/ml. Teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil ALT 23x10-3 Cfu/ml. Pada hari ke 7 pengenceran 10-1 yaitu 15,33x10-1 Cfu/ml. Teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil ALT 65,66x10-1 Cfu/ml, pada pengenceran 10-2 teh kombucha yang telah dipanaskan yaitu 11x10-2 Cfu/ml. Teh kombucha tanpa pemanasan memiliki hasil ALT 56x10-2 Cfu/ml dan pada 10-3 teh kombucha yang telah dipanaskan yaitu 9,33x10-3 Cfu/ml. Dibandingkan teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil ALT 46,66 x10-3 Cfu/ml. Pada hari ke 12 pengenceran 10-1 yaitu 22x10-1 Cfu/ml. Teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil ALT 59,33x10-1 Cfu/ml, pada pengenceran 10-2 teh kombucha yang telah dipanaskan yaitu 13,66x10-2 Cfu/ml. Teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil ALT 37,66x10-2 Cfu/ml dan pada pengenceran 10-3 teh kombucha yang telah dipanaskan yaitu 14,33x10-3 Cfu/ml teh kombucha tanpa pemanasan yang memiliki hasil ALT 35,66x10-3 Cfu/ml. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lama waktu penyimpanan dan pemanasan teh kombucha hasil fermentasi berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah koloni bakteri dengan metode ALT Keywords : teh kombucha, dipanaskan, fermentasi

Item Type: Article
Subjects: Kesehatan > Farmasi
Divisions: Program Studi D3 Farmasi
Depositing User: Alfian Aldianto
Date Deposited: 06 Apr 2019 08:51
Last Modified: 06 Apr 2019 13:30
URI: http://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/18

Actions (login required)

View Item View Item