KAJIAN POTENSI INTERAKSI OBAT GOLONGAN ANTIHIPERTENSI (Studi dilakukan di Puskesmas Buduran)

IZZAH, AQIDATUL (2023) KAJIAN POTENSI INTERAKSI OBAT GOLONGAN ANTIHIPERTENSI (Studi dilakukan di Puskesmas Buduran). Diploma thesis, Akademi Farmasi Surabaya.

[img] Text
Lembar Pengesahan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (131kB)
[img] Text
Cover Depan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (72kB)
[img] Text
Cover Dalam.pdf
Restricted to Registered users only

Download (29kB)
[img] Text
Kata Pengantar.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31kB)
[img] Text
Ringkasan.pdf

Download (34kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (30kB)
[img] Text
Daftar Isi sampai Daftar Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (304kB)
[img] Text
Bab I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (97kB)
[img] Text
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (280kB)
[img] Text
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (148kB)
[img] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (87kB)
[img] Text
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (40kB)
[img] Text
Bab VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (33kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (103kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (104kB)
[img] Text
Lembar Diuji dan Disetujui (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (216kB)
[img] Text
Pernyataan Orisinalitas (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (258kB)
[img] Text
Pernyataan Persetujuan Publikasi (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (228kB)

Abstract

Hipertensi menurut American Society of Hypertension (ASH) merupakan suatu sindrom atau kumpulan gejala kardiovaskuler yang progresif sebagai akibat dari kondisi lain yang kompleks dan saling berhubungan, sedangkan menurut Joint National Committee VII (JNC VII) berpendapat bahwa hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Hipertensi disebut juga sebagai the silent killer karena penderita hipertensi sering tidak merasakan keluhan sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan analisis deskriptif yang mana pengambilan data bersifat retrospektif dengan melakukan penelusuruan dokumen terdahulu yaitu dari lembar resep pasien yang mengandung obat golongan antihipertensi. Sampel pada penelitian kali ini diambil dengan menggunakan metode random sampling yaitu dengan cara memilih sampel secara acak menggunakan aplikasi online piliapp.com kemudian resep tersebut akan diteliti lebih lanjut terkait interaksi obatnya menggunakan aplikasi Drugs.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total pasien Puskesmas Buduran yang diresepkan obat golongan antihipertensi pada bulan Oktober-Desember 2022 sebanyak 509 pasien namun berdasarkan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling, resep pasien yang diamati hanyalah sebesar 84 resep. Berdasarkan data karakteristik pasien diketahui bahwa jumlah pasien laki-laki 27 orang (32%) dan 57 orang pasien perempuan (68%). Dilihat dari usia, pasien dengan jumlah terbesar ada pada usia 29-59 tahun sebanyak 51 pasien (61%). Berdasarkan data distribusi penggunaan obat dapat diketahui bahwasannya obat golongan antihipertensi yang digunakan ialah berasal dari golongan diuretik yaitu HCT sebesar 2 obat (2%), Calcium Channel Blocker (CCB) yaitu Amlodipin sebesar 87 obat (82%), ACE inhibitor yaitu Captopril sebesar 14 obat (13%), dan Beta blocker yaitu Bisoprolol sebesar 1 obat (1%). Pada penelitian kali ini ditemukan bahwasannya dari 84 resep yang diamati terdapat 19 resep (23%) yang tidak berpotensi mengalami interaksi obat dan 65 resep (77%) mengalami potensi interaksi obat. Berdasarkan data prevalensi potensi interaksi obat dapat diketahui bahwa potensi interaksi obat paling banyak ada pada interaksi antara amlodipin dengan meloxicam yaitu sebesar 20 kasus (19%). Berdasarkan mekanisme interaksi obat diketahui bahwa resep dengan mekanisme interaksi obat secara farmakodinamik terdapat sebesar 80 resep (75%), Sedangkan resep dengan mekanisme interaksi obat secara farmakokinetik terbagi menjadi 2 yaitu absorbsi sebesar 3 resep (3%) dan metabolisme sebesar 20 resep (19%), dan interaksi obat yang tidak diketahui mekanisme nya sebesar 3 resep (3%). Berdasarkan tingkat keparahannya, interaksi obat pada tingkatan minor didapati sebesar 16 resep (15%), moderate sebesar 74 resep (70%), dan mayor sebesar 16 resep (15%). Kejadian interaksi obat yang cukup tinggi di atas 50 % pada hasil penelitian perlu mendapat perhatian tenaga kefarmasian. Tingginya angka kejadian interaksi obat ini berkaitan dengan banyaknya obat yang dikonsumsi pasien akibat beragam penyakit yang muncul pada usia geriatri. Untuk meningkatkan keberhasilan dari tujuan utama pharmaceutical care yaitu meminimalkan resiko pada pasien diharapkan tenaga Teknik kefarmasian (TTK) dapat bekerja sama dengan apoteker untuk meminimalisir terjadinya interaksi yang dapat merugikan pasien.

Item Type: Thesis/Diploma (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Farmasi > Farmasi Klinis Komunitas dan Manajemen Farmasi
Depositing User: Elvia Ikasari
Date Deposited: 14 Dec 2023 08:32
Last Modified: 14 Dec 2023 08:32
URI: http://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/1495

Actions (login required)

View Item View Item