PERILAKU PENCARIAN INFORMASI OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT EKA HUSADA

ARI SANTI, I GUSTI AYU INDIRA (2023) PERILAKU PENCARIAN INFORMASI OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT EKA HUSADA. Diploma thesis, Akademi Farmasi Surabaya.

[img] Text
3. LEMBAR PENGESAHAN KTI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (334kB)
[img] Text
1. Cover Depan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (129kB)
[img] Text
2. Cover Dalam.pdf
Restricted to Registered users only

Download (82kB)
[img] Text
4. LEMBAR DIUJI DAN DISETUJUI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (277kB)
[img] Text
5. LEMBAR ORISINALITAS.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306kB)
[img] Text
6. LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (292kB)
[img] Text
7. Kata Pengantar.pdf
Restricted to Registered users only

Download (146kB)
[img] Text
8. Ringkasan.pdf

Download (150kB)
[img] Text
9. Abstract.pdf

Download (237kB)
[img] Text
10. Daftar Isi sampai dengan Daftar Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (192kB)
[img] Text
11. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (269kB)
[img] Text
12. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (384kB)
[img] Text
13. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB)
[img] Text
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (471kB)
[img] Text
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (274kB)
[img] Text
16. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[img] Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (269kB)
[img] Text
18. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (944kB)

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium TB Paru. Pasien yang terinfeksi Mycobacterium TB Paru dapat menularkan infeksi melalui percikan dahak dan droplet dan akan menyebar di udara dan menular ke orang lain melalui sistem pernafasan. Indonesia menduduki urutan ke empat dalam jumlah pasien TB terbanyak di dunia. Pengobatan pada penyakit TB membutuhkan waktu pengobatan yang lebih lama dibandingkan dengan penyakit infeksi lainnya. Waktu minimal yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan adalah sekitar 6 bulan. Penyembuhan tepat waktu dapat tercapai apabila kepatuhan minum obat dilakukan dengan baik. Kepatuhan minum obat membutuhkan pengetahuan yang baik tentang pengobatan TB. Kesalahan informasi dan persepsi yang didapatkan dapat mempengaruhi pengobatan pasien, dimana ketika pengobatan TB terputus atau tidak tuntas dapat menyebabkan resistensi, pengobatan yang diulang, dan bahkan kematian bagi pasien. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang perilaku pencarian informasi obat pasien TB. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perilaku pencarian informasi obat pasien TB di Rumah Sakit Eka Husada. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan secara intensif, terinci, dan mendalam tentang suatu program, peristiwa, dan aktivitas untuk memperoleh pengetahuan mendalam selama periode penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tentang perilaku pencarian informasi obat pasien TB, kemudian dilakukan validasi data dengan menggunakan triangulasi sumber dengan membandingkan ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang didapatkan melalui sumber yang berbeda. Sejumlah empat responden dijadikan sampel dalam penelitian. Setengah dari responden berusia 25 - 45 tahun sebanyak 50,0%. Sebagian besar responden adalah perempuan yaitu 75,0%. Latar belakang pendidikan mulai dari tamat SD/sederajat sampai dengan perguruan tinggi (D3) masing-masing 25,0%. Status pekerjaan responden yaitu wiraswasta yaitu 75,0%. Pasien yang tidak memiliki komorbid atau riwayat penyakit sejumlah 50,0% dan pasien dengan komorbid hipertensi yaitu 25,0%, dan diabetes sejumlah 25,0%. Fase pengobatan responden seluruhnya sudah sampai pada tahap lanjutan yaitu 100,0% dibanding fase intensif. Lama pengobatan responden didominasi > 6 bulan yaitu 75,0%. Hasil wawancara menunjukkan bahwa 50,0% responden memiliki kebingungan atau pertanyaan tentang obat, 50,0% pernah mencari informasi terkait obat, 50,0% berusaha mencari tahu tentang cara mengkonsumsi dan efek samping obat, 50,0% langsung bertanya pada Dokter tentang informasi obat, sedangkan yang 25,0% ditambah dengan mencari informasi melalui internet dan 25,0% melalui aplikasi, seluruh responen (100,0%) bertanya pada Dokter apabila menanyakan tentang informasi obat, 50,0% mencari tambahan informasi di Google, 25,0% mencari tambahan informasi melalui aplikasi Halodoc, 50,0% mengatakan bahwa pencarian informasi sangat bermanfaat, 25,0% terakhir mencari informasi 1 minggu lalu, dan 25,0% terakhir mencari informasi 2 minggu lalu, 50,0% mengatakan kepatuhan minum obat akan meningkat setelah mendapatkan informasi obat Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencarian obat dilatarbelakangi keingintahuan tentang cara konsumsi dan efek samping obat, ditanyakan ke Dokter, internet, dan aplikasi Halodoc. Perilaku pencarian informasi obat dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi obat. simpulan dari penelitian ini bahwa perilaku pencarian informasi obat lebih banyak ditanyakan secara langsung kepada Dokter, pencarian internet, dan sebagian kecil melalui aplikasi Halodoc. Saran bagi Rumah Sakit perlu adanya inovasi dalam memberikan informasi obat kepada pasien seperti memberikan flyer, bagian farmasi diharapkan untuk meningkatkan pelayanan informasi obat (PIO) pada pasien TB baru dan pasien TByang sudah berobat dalam tahap lanjutan, bagi peneliti selanjutnya perlu untuk memilih tempat wawancara yang terhindar dari kebisingan atau menggunakan microphone agar suara responden semakin jelas.

Item Type: Thesis/Diploma (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Farmasi > Farmasi Klinis Komunitas dan Manajemen Farmasi
Depositing User: Elvia Ikasari
Date Deposited: 23 Oct 2023 04:25
Last Modified: 23 Oct 2023 04:25
URI: http://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/1370

Actions (login required)

View Item View Item