PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI APPENDICTOMY (Studi Dilakukan di Ruang Operasi IGD Lantai 5 RSUD Dr. Soetomo Surabaya)

Arif, Toyibatul and Martiniani, Endang and Pahlavi, Ridlo PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI APPENDICTOMY (Studi Dilakukan di Ruang Operasi IGD Lantai 5 RSUD Dr. Soetomo Surabaya). Akademi Farmasi Surabaya.

[img] Text
ARTIKEL ILMIAH_13515152_TOYIBATUL ARIF.pdf

Download (196kB)

Abstract

Apendisitis adalah radang pada apendiks, yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu apendisitis akut dan apendisitis perforasi. Apendisitis akut adalah proses peradangan akut pada appendiks. Sedangkan apendisitis perforasi adalah appendiks yang telah pecah atau mengalami perforasi. Penanganan pada apendisitis dengan tindakan appndictomy yaitu dengan membuat irisan yang panjang tiga inchi dibuat melalui kulit dan lapisan-lapisan dari dinding perut diatas area appendiks. Penggunaan antibiotik profilaksis sangat diperlukan sebelum tindakan pembedahan / insisi, oleh karena itu pemilihan jenis antibiotik yang tepat diharapkan dapat mengurangi / meminimalisir infeksi luka pasca bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik profilaksis dan antibiotik durante operasi pada pasien operasi appendictomy di ruang operasi IGD lantai 5 RSUD Dr. Soetomo Surabaya apakah sudah sesuai dengan standart pelayanan medis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dan pengambilan sampel dengan metode total sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 50 pasien yang menjalani operasi appendictomy dan mendapatkan antibiotik profilaksis di ruang operasi IGD lantai 5 RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada bulan juli 2017 – Desember 2017. Data diamati kesesuaiannya dengan Pedoman Penggunaan Antibiotik (PPAB) RSUD Dr. Soetomo. Hasil penelitian penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien operasi appendictomy di ruang operasi IGD lantai 5 RSUD Dr. Soetomo Surabaya diketahui sebanyak 24 pasien (48%) menggunakan cefazolin, sebanyak 20 pasien (40%) menggunakan ceftriaxon, sebanyak 6 pasien (12%) menggunakan cefuroxim dan tidak satupun pasien yang menggunakan antibiotik durante operasi pada saat operasi sedang belangsung. Keywords: Apendisitis, antibiotik, apendiktomi.

Item Type: Article
Subjects: Kesehatan > Farmasi > Farmasi Klinis Komunitas dan Manajemen Farmasi
Depositing User: Alfian Aldianto
Date Deposited: 09 Apr 2019 05:38
Last Modified: 09 Apr 2019 05:38
URI: http://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/122

Actions (login required)

View Item View Item